Rabu, 05 Oktober 2011

Pentingnya “Kompensasi” Bagi Pengembangan Sumberdaya Manusia

Oleh : Abu Majid

   Sumber Daya Manusia ( SDM ) merupakan modal utama sebuah Perusahaan, karena SDM adalah satu-satunya unsur yang dapat menerima suatu kebijakan perusahaan maupun menolak kebijakan. Selain itu SDM adalah modal berharga Perusahaan, karena SDM adalah satu-satunya unsur yang dapat di Upgrade setiap saat.
     Saat ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam memandang SDM. Dulu, karyawanlah yang membutuhkan perusahaan, sehingga Perusahaan dapat memberikan opsi kepada karyawan yang menolak kebijakan, “tetap bekerja dengan konskwensi tunduk pada kebijakan atau keluar dari perusahaan”. Kini paradigma seperti itu telah bergeser, Perusahaan lah yang membutuhkan karyawan sebab karyawan adalah modal utama perusahaan untuk mampu bersaing ”. Demikian dipaparkan Ir.Wien Hartono,MM dalam bukunya yang berjudul “Jalan Panjang Menuju Praktik Terbaik Manejemen SDM, hal:53

     Sumber daya manusia sebagai salah satu unsur yang sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah  organisasi, di sisi lain juga sebagai makhluk yang mempunyai pikiran, perasaan, kebutuhan dan harapan-harapan tertentu. Hal ini sangat memerlukan perhatian tersendiri karena faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi prestasi, dedikasi dan loyalitas serta kecintaan terhadap pekerjaan dan organisasinya.

     Keadaan ini “ memaksa “ manajemen menciptakan suatu pandangan baru bahwa sumber daya manusia sebagai aset yang harus ditingkatkan efisiensi dan produktivitasnya, bukan sekedar memiliki SDM dalam jumlah yang banyak. Untuk mencapai hal tersebut, maka organisasi harus mampu menciptakan kondisi yang dapat mendorong dan memungkinkan karyawan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki secara optimal. Salah satu upaya yang dapat ditempuh organisasi untuk menciptakan kondisi tersebut adalah dengan memberikan kompensasi yang memuaskan. Dengan memberikan kompensasi, organisasi dapat meningkatkan prestasi kerja, motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Tak ada yang menyangkal bahwa kompensasi yang utama bagi seorang karyawan adalah berupa UANG. Namun yang juga tak kalah penting adalah program perusahaan dalam meng upgrade kemampuan karyawan, dengan cara pemberian training-training keahlian maupun study banding ke perusahaan serupa.

     Pentingnya kompensasi sebagai salah satu indikator kepuasan dalam bekerja sulit ditaksir, karena pandangan-pandangan karyawan mengenai uang atau imbalan langsung nampaknya sangat subyektif dan barangkali merupakan sesuatu yang sangat khas dalam industri. Tetapi pada dasarnya jika ada dugaan adanya ketidak adilan dalam memberikan upah ataupun gaji, maka hal ini akan menjadi sumber ketidakpuasan karyawan terhadap kompensasi yang pada akhirnya bisa menimbulkan perselisihan dan semangat rendah dari karyawan itu sendiri.

     Di perusahaan kita tercinta PT.Pupuk Kaltim, semua karyawan sudah marfum bahwa kompensasi yang berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lainya dalam jenjang yang sama, masa kerja yang sama dan dalam grade yang sama, itu sangat mungkin terjadi. Salah satunya adalah adanya penerapan penilaian karya system 360 derajat. Nah disinilah  critical point yang sangat berpengaruh terhadap beberapa hal diatas, kinerja, produktivitas, loyalitas dan sebagainya.
Setiap Individu tentu “merasa” lebih pintar dari individu lain, sehingga wajar apabila ada karyawan yang down begitu menerima kompensasi lebih rendah dari rekannya yang tergolong “biasa-biasa saja”.

     Kompensasi penting bagi karyawan sebagai individu karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya mereka di antara karyawan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Kemudian program kompensasi juga penting bagi organisasi, karena hal itu mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia yang dimilikinya atau dengan kata lain, agar karyawan mempunyai loyalitas dan komitmen yang tinggi pada organisasi. ( Abu Majid )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar